Konteks masalah
Tim produksi, gudang, dan purchasing sering bekerja menggunakan sumber data berbeda. Akibatnya, kebutuhan material dapat dikonfirmasi terlambat, stok tercatat ganda, dan status pembelian sulit dilihat oleh perencana produksi.
Tujuan skenario
Menciptakan aliran data yang jelas dari kebutuhan material hingga penerimaan barang, sambil mempertahankan sistem yang sudah digunakan apabila masih relevan.
Alur implementasi yang dipertimbangkan
- Rencana atau permintaan material dicatat dengan identitas item, jumlah, dan kebutuhan waktu.
- Data diverifikasi terhadap stok tersedia dan pesanan pembelian yang masih berjalan.
- Status perubahan dikirim ke pemilik proses melalui integrasi atau notifikasi terkontrol.
- Dashboard menampilkan kebutuhan material, status PO, penerimaan, dan exception yang perlu ditindaklanjuti.
Komponen solusi
- Data master item dan supplier yang distandardisasi.
- Integrasi API, webhook, impor terjadwal, atau aplikasi penghubung sesuai sistem sumber.
- Aturan validasi untuk menghindari duplikasi dan perubahan data tidak sah.
- Dashboard exception untuk material kritis atau keterlambatan.
Indikator yang perlu diukur
Frekuensi input ulang, selisih stok, waktu pembaruan status, dan jumlah exception material perlu dipantau dari baseline yang disetujui. Skenario ini tidak menjanjikan angka penghematan tanpa data operasional aktual.
Langkah discovery
Audit sumber data, kode item, pemilik data master, frekuensi pembaruan, dan batas akses sebelum memilih pola integrasi.