Konteks masalah
Dalam banyak operasi manufaktur, pemeriksaan kualitas masih mengandalkan form kertas, foto yang tersebar, atau spreadsheet terpisah. Ketika temuan harus ditindaklanjuti oleh produksi, quality assurance, dan supervisor, status koreksi dapat sulit dilacak.
Tujuan skenario
Membangun alur inspeksi yang membantu tim mencatat hasil QC secara konsisten, mengarahkan approval sesuai peran, dan menyimpan audit trail tanpa mengubah proses produksi secara mendadak.
Alur implementasi yang dipertimbangkan
- Operator mengisi form inspeksi digital pada titik proses yang ditentukan.
- Temuan di luar toleransi membuat tiket tindakan korektif dan memberi notifikasi ke penanggung jawab.
- Supervisor memverifikasi tindakan melalui approval berbasis peran.
- Data status, temuan, dan waktu tindak lanjut mengalir ke dashboard QA.
Komponen solusi
- Form inspeksi dengan validasi field dan bukti foto bila diperlukan.
- Workflow notifikasi dan approval.
- Database atau spreadsheet terstruktur untuk data awal.
- Dashboard untuk tren temuan dan status tindakan korektif.
Indikator yang perlu diukur
Kelengkapan form, waktu penyelesaian tindakan korektif, jumlah temuan berulang, dan status approval adalah indikator yang dapat disepakati saat discovery. Nilai hasil aktual perlu dihitung dari baseline perusahaan.
Langkah discovery
Petakan titik inspeksi, standar penerimaan, pemilik approval, bukti yang dibutuhkan, dan kebutuhan audit internal sebelum menentukan apakah otomasi Google Workspace atau aplikasi custom lebih sesuai.